Langsung ke konten utama

"Membangun Sulawesi Barat: Warisan Anwar Adnan Saleh"


Di bawah kepemimpinan Anwar Adnan Saleh, Sulawesi Barat mengalami berbagai transformasi besar yang mengubah wajah provinsi yang tergolong muda ini. Dari pengembangan infrastruktur hingga pemberdayaan nelayan dan pengembangan pariwisata, semua langkah ini dirancang untuk mengangkat perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Barat.

Kepemimpinan di Sulawesi Barat

Di masa awal kepemimpinannya, Anwar Adnan Saleh menyadari pentingnya konektivitas. Sulawesi Barat yang memiliki garis pantai yang panjang dan lanskap pegunungan memerlukan aksesibilitas yang lebih baik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Salah satu langkah strategis yang ia ambil adalah membangun bandara.

"Saya bangun bandara di masa itu itu sengaja untuk kepentingan keperwiraan..." katanya. Bandara ini tak hanya membuka pintu bagi wisatawan untuk datang ke Sulawesi Barat, tetapi juga membantu masyarakat lokal untuk lebih terhubung dengan dunia luar. Jalur udara menjadi bagian dari rencana jangka panjang Anwar untuk memperkuat posisi Sulawesi Barat sebagai destinasi wisata yang menjanjikan.

Nelayan yang Sejahtera, Sulbar yang Jaya

Salah satu sektor yang tak pernah lepas dari perhatian Anwar adalah perikanan. Sulawesi Barat memiliki garis pantai sepanjang hampir 700 kilometer, sebagian besar diisi oleh komunitas nelayan yang bergantung pada laut untuk mencari nafkah.

"Salah satu prioritas saya dalam kepemimpinan itu adalah bagaimana memberdayakan masyarakat nelayan... Saya dari 23 tahun yang lalu merencanakan membangun pelabuhan perikanan Nusantara tipe B..." ungkapnya.

Pelabuhan ini dirancang untuk memberikan kepastian harga bagi hasil tangkapan nelayan, serta menjadi pusat distribusi ikan yang akan dikirim ke berbagai wilayah seperti Kalimantan. Dengan adanya pelabuhan ini, nelayan tak lagi harus khawatir soal harga jual ikan yang tidak stabil, karena pelabuhan ini menawarkan harga yang lebih pasti dan transparan.

Pesona Desa Wisata dan Pantai Sulbar

Tidak hanya berhenti pada pemberdayaan nelayan, Anwar juga ingin memaksimalkan potensi pariwisata Sulawesi Barat. Keindahan pantai-pantainya yang alami dan tidak tercemar menjadikannya destinasi yang sangat potensial. Anwar memanfaatkan kesempatan ini dengan menjadikan beberapa desa di pesisir sebagai desa wisata.

"Pantai-pantai di Indonesia timur pasti masih sangat asli dan hangat... tidak ada polusi," ujarnya dengan bangga.

Anwar mendorong pemerintah dan masyarakat setempat untuk menjaga kelestarian alam sembari mengundang wisatawan. Pariwisata bukan hanya soal keindahan alam, tapi juga bagaimana masyarakat lokal dapat memperoleh manfaat ekonomi dari kunjungan wisatawan.

Pendidikan, Fondasi Masa Depan

Sadar bahwa pendidikan adalah fondasi bagi pembangunan jangka panjang, Anwar Adnan Saleh mengambil langkah untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Sulawesi Barat. Ia membangun berbagai fasilitas pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga perguruan tinggi.

"Sektor pendidikan kita rendah... kita sudah kita Letakkan tinggal nanti pengganti saya bagaimana meningkatkan..." jelasnya.

Dalam rangka mengembangkan bakat-bakat muda di Sulawesi Barat, ia bahkan merencanakan pembangunan sekolah khusus olahraga yang bertujuan untuk memfasilitasi para atlet muda di daerah tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari visinya untuk membangun generasi yang kuat dan berkompetensi tinggi.

TVRI dan Penyebaran Informasi di Sulawesi Barat

Anwar juga sangat peduli terhadap akses informasi bagi masyarakat Sulawesi Barat. Di masa awal kepemimpinannya, ia memperjuangkan hadirnya stasiun TVRI di provinsi ini.

"Saya minta TVRI harus hadir di Sulbar... hampir 5-6 kabupaten semuanya bisa menikmati siaran TVRI..." katanya.

Stasiun TVRI ini memungkinkan masyarakat di pelosok Sulawesi Barat untuk mendapatkan informasi yang lebih mudah, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu nasional dan lokal.

Warisan yang Terukir

Anwar Adnan Saleh telah meninggalkan banyak warisan bagi Sulawesi Barat. Melalui pembangunan infrastruktur, pemberdayaan nelayan, pengembangan pariwisata, perbaikan pendidikan, hingga peningkatan akses informasi, ia meletakkan dasar-dasar yang kuat untuk pertumbuhan daerah ini di masa depan. Dalam pidato terakhirnya, ia menyampaikan pesan penting kepada masyarakat dan penerusnya:

"Apa yang sudah ada, saya harap kepada masyarakat termasuk pengganti saya, jaga dengan baik. Kalau bisa ditingkatkan, jangan sampai kita mundur, karena itu akan mengecewakan banyak orang," tegasnya.

Dengan kerja keras dan visi jangka panjang, Anwar Adnan Saleh berhasil menempatkan Sulawesi Barat di peta nasional sebagai provinsi yang berkembang dan penuh potensi. Warisan yang ia tinggalkan akan terus dikenang sebagai pondasi bagi generasi mendatang.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tahapan Agenda Setting dalam Pembentukan Kebijakan oleh Wahyudi Iswar

  Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, saya Wahyudi Iswar, Analis Kebijakan Ahli Muda di Diskominfo Provinsi Sulawesi Barat. Anda saat ini berada di program BUKA RUANG . Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang tahapan agenda setting dalam proses pembentukan kebijakan publik. Dalam studi kebijakan publik, secara umum proses agenda setting merupakan tahapan yang melibatkan transformasi dari isu atau masalah privat menjadi isu publik, yang kemudian diangkat menjadi agenda pemerintahan. Proses ini adalah bagian penting dalam ruang lingkup agenda setting . Mengacu pada pengukuran Indeks Kualitas Kebijakan Publik yang diterbitkan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN), kualitas agenda setting menjadi salah satu subdimensi dalam indeks tersebut. Indeks Kebijakan Publik sendiri memiliki dua dimensi utama, yaitu dimensi perencanaan kebijakan dan dimensi evaluasi serta kemanfaatan kebijakan. Agenda setting termasuk dalam dimensi perencanaan kebijakan, bersama dengan s...

Dampak Jangka Panjang Kebijakan Prabowo: Mewujudkan Stabilitas Ekonomi Indonesia

Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh Presiden Prabowo Subianto sejak awal 2025 telah menjadi perbincangan hangat di kalangan ekonom, pelaku usaha, dan masyarakat luas. Dengan target penghematan hingga Rp 306 triliun, langkah ini bertujuan untuk memperbaiki kondisi fiskal negara yang selama ini mengalami defisit. Namun, di balik ambisi efisiensi ini, terdapat berbagai dampak jangka panjang yang perlu dianalisis lebih dalam. Kebijakan ini diharapkan dapat menciptakan stabilitas ekonomi yang lebih baik, tetapi juga memunculkan sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi. Artikel ini akan membahas bagaimana kebijakan efisiensi anggaran Prabowo dapat memengaruhi perekonomian Indonesia dalam jangka panjang, baik dari sisi peluang maupun risikonya. Latar Belakang Kebijakan Efisiensi Anggaran Efisiensi anggaran bukanlah konsep baru dalam pemerintahan Indonesia. Namun, langkah yang diambil oleh Prabowo kali ini cukup agresif, mencakup pemangkasan anggaran di berbagai kementerian dan...

Sebuah Cerita: Krisis Siber Nasional, Mengamankan PDN dan Memulihkan Kepercayaan Publik

Seminggu terakhir, gemuruh berita tentang lumpuhnya Pusat Data Nasional oleh serangan siber ransomware menggema di seluruh negeri. Saya (Farid) menemukan laporan terbaru dari Detik.com dengan judul yang menggugah, "Dampak PDN Diserang Hacker, Pakar UGM: Kepercayaan Masyarakat Bakal Turun". Berdasarkan berita ini, serangan terhadap PDN telah berlangsung sejak Kamis (20/6/2024), mengakibatkan gangguan serius pada berbagai layanan masyarakat. Salah satu yang paling terkena dampak adalah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), dengan 47 domain layanan mereka termasuk Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) dan KIP Kuliah terganggu parah akibat serangan tersebut. Khususnya, pernyataan Prof. Ridi Ferdiana dari Fakultas Teknik UGM menarik perhatian saya. Ridi mengekspresikan kekecewaannya atas kejadian ini, mengingat pentingnya PDN sebagai aset vital bagi masyarakat Indonesia. Dia menyoroti perlunya perbaikan dalam arsitektur sistem informasi,...