Langsung ke konten utama

Mengubah Sampah Menjadi Cuan: Langkah Inspiratif dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Polewali Mandar

 "Sampah bukanlah momok yang menakutkan, tapi peluang yang menanti untuk dikelola dengan bijak." — Moh. Jumadil Tappawali, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Dalam upaya menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Polewali Mandar menunjukkan komitmen dan inovasi yang patut diapresiasi. Melalui program yang dipimpin oleh Kepala Dinas, Moh. Jumadil Tappawali, langkah-langkah strategis telah diambil untuk mengubah masalah sampah menjadi peluang ekonomi yang menguntungkan bagi masyarakat.

Prioritas Pemerintah Baru

Sejak dilantik pada 9 Januari 2024, PJ Bupati Polewali Mandar langsung mengambil langkah tegas untuk menangani masalah persampahan. "Beliau langsung memerintahkan kepada kami untuk segera melakukan langkah-langkah aksi untuk menangani masalah sampah yang sudah mulai meresahkan masyarakat," ungkap Jumadil. Dengan semangat baru, Dinas Lingkungan Hidup mengerahkan tim untuk membersihkan tumpukan sampah yang mengganggu keindahan kota.

Edukasi dan Kolaborasi

Selain pengangkutan sampah, Jumadil menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat. "Ketika kita mampu untuk menjaga kebersihan di diri kita, yakin bahwa kebiasaan itu mampu kita tularkan ke lingkungan yang lebih besar," kata Jumadil. Dalam upaya ini, Dinas Lingkungan Hidup berencana melibatkan komunitas untuk berpartisipasi dalam program pemilahan sampah.

Dari rumah tangga hingga hotel, semua lapisan masyarakat diajak untuk berkontribusi. Dengan menyediakan nomor rekening untuk bank sampah, masyarakat tidak hanya membersihkan lingkungan tetapi juga dapat meraih keuntungan dari pemilahan sampah.

Sampah Sebagai Sumber Pendapatan

Jumadil menyatakan dengan tegas, "Kami akan menyampaikan kepada masyarakat bahwa ketika sampah tidak dipilah, maka akan menyusahkan tim dari kebersihan." Oleh karena itu, Dinas Lingkungan Hidup tidak hanya mengajak masyarakat untuk memilah sampah, tetapi juga memberikan motivasi melalui lomba memilah sampah dengan hadiah menarik, termasuk hadiah umrah.

"Setiap rumah tangga harus melihat sampah sebagai potensi yang bisa mendatangkan rezeki," tambahnya. Dengan upaya ini, Jumadil berharap masyarakat tidak hanya mendapatkan uang dari menjual sampah, tetapi juga berkesempatan untuk memenangkan hadiah berharga.

Penegakan Hukum dan Ketegasan

Untuk memastikan bahwa upaya ini berjalan dengan baik, Dinas Lingkungan Hidup juga bekerja sama dengan Satpol PP untuk menegakkan aturan tentang pembuangan sampah yang sembarangan. "Kami butuh kerja sama dengan Satpol PP untuk melakukan operasi yustisi," kata Jumadil. Langkah ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi mereka yang membuang sampah sembarangan.

Kesadaran Masyarakat yang Meningkat

Dengan semua inisiatif ini, Jumadil optimis bahwa masyarakat akan semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. "Mari kita pilah sampah dari sekarang, dapatkan nilai ekonominya, dan raih hadiahnya," ajaknya. Upaya Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Polewali Mandar bukan hanya tentang mengatasi masalah sampah, tetapi juga membangun kesadaran kolektif untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tahapan Agenda Setting dalam Pembentukan Kebijakan oleh Wahyudi Iswar

  Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, saya Wahyudi Iswar, Analis Kebijakan Ahli Muda di Diskominfo Provinsi Sulawesi Barat. Anda saat ini berada di program BUKA RUANG . Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang tahapan agenda setting dalam proses pembentukan kebijakan publik. Dalam studi kebijakan publik, secara umum proses agenda setting merupakan tahapan yang melibatkan transformasi dari isu atau masalah privat menjadi isu publik, yang kemudian diangkat menjadi agenda pemerintahan. Proses ini adalah bagian penting dalam ruang lingkup agenda setting . Mengacu pada pengukuran Indeks Kualitas Kebijakan Publik yang diterbitkan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN), kualitas agenda setting menjadi salah satu subdimensi dalam indeks tersebut. Indeks Kebijakan Publik sendiri memiliki dua dimensi utama, yaitu dimensi perencanaan kebijakan dan dimensi evaluasi serta kemanfaatan kebijakan. Agenda setting termasuk dalam dimensi perencanaan kebijakan, bersama dengan s...

Dampak Jangka Panjang Kebijakan Prabowo: Mewujudkan Stabilitas Ekonomi Indonesia

Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh Presiden Prabowo Subianto sejak awal 2025 telah menjadi perbincangan hangat di kalangan ekonom, pelaku usaha, dan masyarakat luas. Dengan target penghematan hingga Rp 306 triliun, langkah ini bertujuan untuk memperbaiki kondisi fiskal negara yang selama ini mengalami defisit. Namun, di balik ambisi efisiensi ini, terdapat berbagai dampak jangka panjang yang perlu dianalisis lebih dalam. Kebijakan ini diharapkan dapat menciptakan stabilitas ekonomi yang lebih baik, tetapi juga memunculkan sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi. Artikel ini akan membahas bagaimana kebijakan efisiensi anggaran Prabowo dapat memengaruhi perekonomian Indonesia dalam jangka panjang, baik dari sisi peluang maupun risikonya. Latar Belakang Kebijakan Efisiensi Anggaran Efisiensi anggaran bukanlah konsep baru dalam pemerintahan Indonesia. Namun, langkah yang diambil oleh Prabowo kali ini cukup agresif, mencakup pemangkasan anggaran di berbagai kementerian dan...

Sebuah Cerita: Krisis Siber Nasional, Mengamankan PDN dan Memulihkan Kepercayaan Publik

Seminggu terakhir, gemuruh berita tentang lumpuhnya Pusat Data Nasional oleh serangan siber ransomware menggema di seluruh negeri. Saya (Farid) menemukan laporan terbaru dari Detik.com dengan judul yang menggugah, "Dampak PDN Diserang Hacker, Pakar UGM: Kepercayaan Masyarakat Bakal Turun". Berdasarkan berita ini, serangan terhadap PDN telah berlangsung sejak Kamis (20/6/2024), mengakibatkan gangguan serius pada berbagai layanan masyarakat. Salah satu yang paling terkena dampak adalah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), dengan 47 domain layanan mereka termasuk Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) dan KIP Kuliah terganggu parah akibat serangan tersebut. Khususnya, pernyataan Prof. Ridi Ferdiana dari Fakultas Teknik UGM menarik perhatian saya. Ridi mengekspresikan kekecewaannya atas kejadian ini, mengingat pentingnya PDN sebagai aset vital bagi masyarakat Indonesia. Dia menyoroti perlunya perbaikan dalam arsitektur sistem informasi,...