Langsung ke konten utama

Pejabat Gubernur Bahtiar Baharuddin, Membangun Masa Depan Sulawesi Barat

 Masyarakat Sulawesi Barat mendengarkan dengan penuh perhatian saat Pejabat Gubernur Bahtiar Baharuddin mulai berbicara tentang masa depan daerah yang dicintainya.

"Saya mendukung betul Sulbar ini adalah masa depannya, satu taman h kultura, htil kultura apa saja," katanya, mengawali pidatonya. Bagi Bahtiar, pertanian bukan hanya soal tanaman, melainkan sebuah ekosistem yang mampu mengubah nasib masyarakat.

Dia melanjutkan, "Ada satu lagi yang saya temukan, dimaam, namanya Anggrek. Kita punya 400 jenis, 200 yang punya nama. Saya sudah dorong Pak Bupati menjadikan Mamasa adalah Kabupaten produksi Anggrek terbesar di dunia." Dengan semangat itu, masyarakat mendengarkan dan mulai membayangkan Mamasa sebagai pusat keindahan bunga anggrek yang mendunia.

Namun, fokus utama Bahtiar adalah pada potensi pertanian yang melimpah di Sulawesi Barat, terutama pisang. "Kita dorong Sulbar menjadi produsen pisang terbesar dunia. Gimana caranya?" Dia bertanya retoris, seolah menantang pendengar untuk berpikir. "Di samping pisang, harus ada pengolahan. Jangan semua dijual dalam bentuk mentah, harus diubah jadi tepung dengan yang lainnya."

Masyarakat mulai meresapi makna penting dari pengolahan hasil pertanian. Bayangan tentang masa depan yang lebih cerah dengan pengolahan produk pertanian mulai terbentuk di pikiran mereka.

Namun, tantangan pun datang. Saat ada kelangkaan tabung gas LPG, masyarakat mulai mengeluh. "Kita harus berpikir ketergantungan terhadap gas, kita harus mengurangi. Mau tidak mau, harus ada sumber pembakaran yang lain," ungkap Bahtiar, menunjukkan keseriusannya dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi rakyat.

Bahtiar juga menyoroti pentingnya pendidikan dan kesehatan sebagai pilar pembangunan. "Iya ekosistem ini mendukung pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Ibaratnya, kepala gerbongnya itu pertanian, perikanan, peternakan," tegasnya. Ini adalah pesan bahwa setiap sektor harus berjalan seiring untuk menciptakan ekosistem yang harmonis.

Satu hari, saat suasana di lapangan desa semakin meriah, Bahtiar mengajak masyarakat untuk bersatu. "Kembali kepada kekuatan kita, saya menyerukan agar seluruh masyarakat Sulawesi Barat bersatu menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan," katanya dengan penuh semangat.

Kehangatan dan semangat persatuan menyebar di antara mereka. "Dengan bersatu, kita bisa membuat negeri ini dan mencintai Sulbar," tambah Bahtiar, membangkitkan rasa cinta terhadap daerah yang kaya akan sumber daya alam ini.

Pada akhir pidatonya, dia mengingatkan tentang pentingnya pilihan pemimpin. "Ayo mari kita ciptakan pemilu yang langsung, umum, bebas, jujur, dan adil. Dan tentu harus damai," ungkapnya, menegaskan bahwa masa depan Sulawesi Barat ada di tangan setiap individu yang berpartisipasi dalam pembangunan.

Dalam perjalanan menuju rumah, setiap pendengar membawa pulang semangat baru. Mereka tahu, bersama Bahtiar Baharuddin, harapan untuk mengubah nasib Sulawesi Barat menjadi lebih baik bukan sekadar mimpi. Dengan kerja keras, kolaborasi, dan cinta pada tanah air, masa depan yang lebih cerah sedang menanti di ujung bukit.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tahapan Agenda Setting dalam Pembentukan Kebijakan oleh Wahyudi Iswar

  Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, saya Wahyudi Iswar, Analis Kebijakan Ahli Muda di Diskominfo Provinsi Sulawesi Barat. Anda saat ini berada di program BUKA RUANG . Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang tahapan agenda setting dalam proses pembentukan kebijakan publik. Dalam studi kebijakan publik, secara umum proses agenda setting merupakan tahapan yang melibatkan transformasi dari isu atau masalah privat menjadi isu publik, yang kemudian diangkat menjadi agenda pemerintahan. Proses ini adalah bagian penting dalam ruang lingkup agenda setting . Mengacu pada pengukuran Indeks Kualitas Kebijakan Publik yang diterbitkan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN), kualitas agenda setting menjadi salah satu subdimensi dalam indeks tersebut. Indeks Kebijakan Publik sendiri memiliki dua dimensi utama, yaitu dimensi perencanaan kebijakan dan dimensi evaluasi serta kemanfaatan kebijakan. Agenda setting termasuk dalam dimensi perencanaan kebijakan, bersama dengan s...

Menuju Indonesia Emas 2045: Tantangan dan Harapan Pendidikan

 Dalam sebuah wawancara yang mendalam mengenai tantangan pendidikan di Indonesia, Prof. Abdul Mu'ti, seorang cendekiawan muslim dan pendidik ternama, mengungkapkan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) untuk mencapai "Indonesia Emas 2045." Ia menekankan bahwa negara-negara yang kuat dibangun bukan hanya dari sumber daya alam yang berlimpah, namun terutama dari "sumber daya manusia yang hebat." Kekayaan alam, menurutnya, adalah sumber daya yang dapat habis, sementara pengembangan SDM adalah investasi jangka panjang yang tidak akan pernah usang. "Pilihan untuk memperkuat sumber daya manusia itu adalah pilihan yang harus dilakukan," ujar Prof. Mu'ti. Ia menyoroti pentingnya pendidikan sebagai sarana mobilitas sosial dan nasional, yang memungkinkan individu serta bangsa bergerak maju di kancah global. Namun, ketika ditanya mengenai kesiapan Indonesia dalam mencapai visi ini, Prof. Mu'ti mengungkapkan kekhawatirannya. Menurutnya, meskipun...

Dampak Jangka Panjang Kebijakan Prabowo: Mewujudkan Stabilitas Ekonomi Indonesia

Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh Presiden Prabowo Subianto sejak awal 2025 telah menjadi perbincangan hangat di kalangan ekonom, pelaku usaha, dan masyarakat luas. Dengan target penghematan hingga Rp 306 triliun, langkah ini bertujuan untuk memperbaiki kondisi fiskal negara yang selama ini mengalami defisit. Namun, di balik ambisi efisiensi ini, terdapat berbagai dampak jangka panjang yang perlu dianalisis lebih dalam. Kebijakan ini diharapkan dapat menciptakan stabilitas ekonomi yang lebih baik, tetapi juga memunculkan sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi. Artikel ini akan membahas bagaimana kebijakan efisiensi anggaran Prabowo dapat memengaruhi perekonomian Indonesia dalam jangka panjang, baik dari sisi peluang maupun risikonya. Latar Belakang Kebijakan Efisiensi Anggaran Efisiensi anggaran bukanlah konsep baru dalam pemerintahan Indonesia. Namun, langkah yang diambil oleh Prabowo kali ini cukup agresif, mencakup pemangkasan anggaran di berbagai kementerian dan...