Langsung ke konten utama

Mengukir Masa Depan Sulawesi Barat: Perjalanan Pembangunan di Era Anwar Adnan Saleh



 



Sulawesi Barat, sebagai provinsi termuda di Indonesia, menyimpan potensi besar yang selama ini tertutupi oleh statusnya sebagai daerah tertinggal. Namun, sejak kepemimpinan Gubernur Anwar Adnan Saleh, provinsi ini mulai menggeliat dengan berbagai program pembangunan yang berfokus pada pengembangan sektor-sektor kunci seperti pertanian, pendidikan, pariwisata, dan infrastruktur dasar. Perjalanan pembangunan ini bukan hanya cerita tentang infrastruktur, melainkan sebuah kisah tentang bagaimana potensi masyarakat lokal dihidupkan kembali demi menciptakan masa depan yang lebih cerah.

1. Menghidupkan Kembali Pertanian untuk Kemandirian Pangan Salah satu fokus utama dari Anwar Adnan Saleh adalah sektor pertanian. Ia percaya bahwa dengan memanfaatkan potensi alam Sulawesi Barat, provinsi ini dapat memenuhi kebutuhan pangannya sendiri dan mengurangi ketergantungan pada impor.

"Tahun ini, kita menanam jagung lebih dari 50.000 hektar, dan Insya Allah, panen raya nanti akan mencukupi kebutuhan lokal sekaligus mengurangi impor," kata Anwar dengan penuh optimisme. Rencana ini menunjukkan upaya serius untuk mewujudkan kemandirian pangan di Sulawesi Barat.

Selain jagung, Anwar juga mengembangkan singkong tapioka. Namun, ia menekankan pentingnya membangun industri di sekitar komoditas tersebut: "Saya minta pabriknya harus dibangun di Sulawesi Barat, sehingga masyarakat kita bisa lebih bersemangat menanam singkong karena harganya akan lebih stabil."

2. Pendidikan: Membangun Generasi Masa Depan Di bawah kepemimpinan Anwar Adnan Saleh, pendidikan menjadi salah satu prioritas utama. Ia tidak hanya berfokus pada pendidikan umum, tetapi juga pada pendidikan kejuruan yang relevan dengan potensi lokal.

"Kami membangun sekolah menengah industri kakao agar anak-anak Sulawesi Barat mencintai tanaman ini dan tidak melupakan akar mereka," ujar Anwar. Sekolah kejuruan ini dirancang khusus untuk mempersiapkan generasi muda yang ahli dalam sektor pertanian kakao, komoditas unggulan Sulawesi Barat.

Selain itu, Anwar juga memfokuskan pada pendidikan bagi anak-anak yang kurang mampu. "Ada banyak anak-anak yang pintar, tetapi tidak bisa melanjutkan sekolah karena tidak mampu. Maka, kami membangun sekolah khusus untuk mereka, dengan seleksi ketat," jelasnya.

3. Pengembangan Infrastruktur: Jalan Menuju Investasi Anwar Adnan Saleh memahami bahwa tanpa infrastruktur yang memadai, Sulawesi Barat tidak bisa berkembang dengan cepat. Salah satu prioritasnya adalah memastikan akses listrik yang merata di seluruh provinsi.

"Di awal kepemimpinan saya, Sulawesi Barat nyaris tidak memiliki listrik. Namun, sekarang kita sudah terhubung dengan jaringan listrik di Sulawesi Selatan, dan pembangunan PLTA sedang berjalan," katanya. Dengan tersedianya listrik yang cukup, Anwar berharap lebih banyak investasi masuk ke Sulawesi Barat, terutama di sektor industri dan pariwisata.

4. Pariwisata dan Sumber Daya Alam Anwar juga melihat pariwisata sebagai sektor yang menjanjikan. Dengan keindahan alam yang belum banyak tersentuh, Sulawesi Barat memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata yang mendunia. Namun, ia tetap menekankan pentingnya pembangunan yang berkelanjutan dan tidak merusak alam.

"Sulawesi Barat memiliki potensi besar di sektor pariwisata, terutama dengan keindahan alam yang masih alami. Kita harus memanfaatkannya dengan bijak, tanpa merusak sumber daya alam yang kita miliki," tegas Anwar.

5. Pemberdayaan Desa untuk Pembangunan Berkelanjutan Anwar mengembangkan program "Gerakan Membangun Desa Mandiri Berbasis Masyarakat" dengan tujuan mengentaskan desa-desa dari ketertinggalan. "Pemerintah sudah menggelontorkan dana besar ke desa-desa, jadi tidak ada alasan desa-desa tidak bisa maju. Tantangannya adalah apakah perangkat desa mampu memanfaatkannya dengan baik atau tidak," ujar Anwar.

Ia juga menerapkan aplikasi tata kelola keuangan desa untuk memastikan dana desa digunakan dengan benar dan transparan. "Kita membuat aplikasi untuk memantau penggunaan dana desa, mulai dari perencanaan hingga pelaporan. Ini mencegah terjadinya penyimpangan," jelasnya.


Di bawah kepemimpinan Anwar Adnan Saleh, Sulawesi Barat telah menunjukkan langkah-langkah signifikan menuju pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Dengan pendekatan yang holistik, mulai dari pertanian, pendidikan, hingga pengelolaan desa, Anwar berhasil membangun fondasi kuat untuk masa depan Sulawesi Barat yang lebih cerah.

"Saya hanya ingin memastikan bahwa setiap langkah yang kita ambil adalah untuk kebaikan masyarakat, bukan hanya sekarang, tetapi untuk generasi yang akan datang," tutup Anwar dengan penuh harapan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tahapan Agenda Setting dalam Pembentukan Kebijakan oleh Wahyudi Iswar

  Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, saya Wahyudi Iswar, Analis Kebijakan Ahli Muda di Diskominfo Provinsi Sulawesi Barat. Anda saat ini berada di program BUKA RUANG . Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang tahapan agenda setting dalam proses pembentukan kebijakan publik. Dalam studi kebijakan publik, secara umum proses agenda setting merupakan tahapan yang melibatkan transformasi dari isu atau masalah privat menjadi isu publik, yang kemudian diangkat menjadi agenda pemerintahan. Proses ini adalah bagian penting dalam ruang lingkup agenda setting . Mengacu pada pengukuran Indeks Kualitas Kebijakan Publik yang diterbitkan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN), kualitas agenda setting menjadi salah satu subdimensi dalam indeks tersebut. Indeks Kebijakan Publik sendiri memiliki dua dimensi utama, yaitu dimensi perencanaan kebijakan dan dimensi evaluasi serta kemanfaatan kebijakan. Agenda setting termasuk dalam dimensi perencanaan kebijakan, bersama dengan s...

Dampak Jangka Panjang Kebijakan Prabowo: Mewujudkan Stabilitas Ekonomi Indonesia

Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh Presiden Prabowo Subianto sejak awal 2025 telah menjadi perbincangan hangat di kalangan ekonom, pelaku usaha, dan masyarakat luas. Dengan target penghematan hingga Rp 306 triliun, langkah ini bertujuan untuk memperbaiki kondisi fiskal negara yang selama ini mengalami defisit. Namun, di balik ambisi efisiensi ini, terdapat berbagai dampak jangka panjang yang perlu dianalisis lebih dalam. Kebijakan ini diharapkan dapat menciptakan stabilitas ekonomi yang lebih baik, tetapi juga memunculkan sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi. Artikel ini akan membahas bagaimana kebijakan efisiensi anggaran Prabowo dapat memengaruhi perekonomian Indonesia dalam jangka panjang, baik dari sisi peluang maupun risikonya. Latar Belakang Kebijakan Efisiensi Anggaran Efisiensi anggaran bukanlah konsep baru dalam pemerintahan Indonesia. Namun, langkah yang diambil oleh Prabowo kali ini cukup agresif, mencakup pemangkasan anggaran di berbagai kementerian dan...

Sebuah Cerita: Krisis Siber Nasional, Mengamankan PDN dan Memulihkan Kepercayaan Publik

Seminggu terakhir, gemuruh berita tentang lumpuhnya Pusat Data Nasional oleh serangan siber ransomware menggema di seluruh negeri. Saya (Farid) menemukan laporan terbaru dari Detik.com dengan judul yang menggugah, "Dampak PDN Diserang Hacker, Pakar UGM: Kepercayaan Masyarakat Bakal Turun". Berdasarkan berita ini, serangan terhadap PDN telah berlangsung sejak Kamis (20/6/2024), mengakibatkan gangguan serius pada berbagai layanan masyarakat. Salah satu yang paling terkena dampak adalah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), dengan 47 domain layanan mereka termasuk Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) dan KIP Kuliah terganggu parah akibat serangan tersebut. Khususnya, pernyataan Prof. Ridi Ferdiana dari Fakultas Teknik UGM menarik perhatian saya. Ridi mengekspresikan kekecewaannya atas kejadian ini, mengingat pentingnya PDN sebagai aset vital bagi masyarakat Indonesia. Dia menyoroti perlunya perbaikan dalam arsitektur sistem informasi,...